Konflik Geopolitik Jadi Pemicu Percepatan Energi Terbarukan di 6 Negara Asia Tenggara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik geopolitik di Selat Hormuz memicu lonjakan kebijakan energi terbarukan di enam negara Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Filipina. Zero Carbon Analytics mencatat 37 kebijakan energi bersih dan elektrifikasi yang diterbitkan, melampaui 29 kebijakan bahan bakar fosil. Indonesia menerbitkan lima kebijakan energi terbarukan, empat kebijakan fosil, serta target penambahan kapasitas tenaga surya 100 GW dalam tiga tahun. PLN Indonesia Power menyiapkan 268 proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 30.276,2 MW sebagai bagian dari RUPTL 2025-2034.
Bagikan
Berita terkait
Transisi Energi Indonesia Masuk Fase Eksekusi, Kementerian ESDM Ungkap Capaian 17,3 Persen
JawaPos · 2 September 2026 pukul 20.01
Eddy Soeparno Sebut Transisi Energi Harus Menjadi Strategi Pembangunan
Detik.com · 2 September 2026 pukul 09.46
Wow! 84% Potensi Panas Bumi ASEAN Ternyata Ada di Indonesia
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.02
Biodiesel Perkuat Posisi Indonesia dalam Ketahanan Energi Global
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 13.35