Konglomerat Meninggal Tanpa Ahli Waris, Kekayaannya Rp867 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konglomerat logistik asal Jerman, Klaus-Michael Kühne, meninggal dunia pada 24 Agustus 2026 di Swiss pada usia 89 tahun. Ia meninggalkan kekayaan fantastis diperkirakan mencapai US$49 miliar atau sekitar Rp867 triliun. Karena tidak memiliki anak sebagai ahli waris langsung, seluruh aset dan kerajaan bisnisnya akan dialihkan kepada Kühne Foundation, yayasan filantropi yang didirikannya bersama orang tua pada 1976.
Kekayaan Kühne bersumber dari kepemilikan di berbagai perusahaan besar melalui Kühne Holding AG, termasuk raksasa logistik Kühne+Nagel, pelayaran Hapag-Lloyd, maskapai Lufthansa, serta Brenntag, Flix, dan Aenova. Kühne+Nagel sendiri kini beroperasi di 100 negara dengan 88.000 karyawan. Dengan pengalihan aset ini, Kühne Foundation berpotensi menjadi salah satu organisasi filantropi dengan basis aset terbesar di Eropa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 September 2026 pukul 20.18
BNPP RI Matangkan Koridor Yetetkun-Butmambin untuk Lintas Batas RI-PNG
Berita terkait
Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Apindo Dorong Percepatan Debottlenecking Regulasi
JawaPos · 24 September 2026 pukul 09.30
Asosiasi Logistik Pesimis Zero ODOL 2027 Bisa Dijalankan dengan Lancar
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.45
Langkah Airlangga Hartarto Hadapi El Nino dan Dampak Erupsi Anak Krakatau
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 13.45
Ada Karhutla-Erupsi Gunung, Airlangga Akui Ekonomi Daerah Terdampak Bencana
kumparan · 8 September 2026 pukul 11.16