Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Konsumen Kini Tak Cuma Cari Rumah, Tapi Lingkungan yang Bisa Menjawab Kebutuhan

Konsumen properti kini tidak hanya fokus pada rumah, tetapi juga lingkungan sekitarnya. Akses ke tempat kerja, sekolah, fasilitas kesehatan, ruang terbuka, dan kesempatan bersosialisasi menjadi pertimbangan utama. Perubahan ini mendorong pengembangan kawasan hunian beralih dari sekadar menawarkan fasilitas ke konsep kota mandiri yang dapat berkembang sesuai kebutuhan penghuninya.

Kota Baru Parahyangan (KBP), yang dikembangkan selama 26 tahun, mengusung konsep budaya, sejarah, pendidikan, hingga keberlanjutan. Direktur KBP Ryan Brasali menekankan bahwa perkembangan kota harus terus berkelanjutan dan tidak berhenti setelah pembangunan fisik selesai. KBP juga menargetkan berbagai generasi, dari baby boomer hingga generasi Z, dengan kebutuhan yang berbeda. Generasi milenial cenderung aspirasional, sementara generasi Z lebih kritis terhadap nilai yang ditawarkan.

Ruang di luar rumah, seperti taman, pedestrian, dan jalur sepeda, diubah menjadi area aktif yang mendukung mobilitas dan interaksi sosial. KBP menjaga 50% kawasannya sebagai ruang terbuka hijau untuk kesehatan lingkungan. Ruang komunal juga dikembangkan untuk memfasilitasi interaksi antarpenghuni. Menurut KBP, keberhasilan sebuah kota diukur dari kemampuannya bertumbuh bersama masyarakatnya, dengan konsep mandiri, madani, dan alami yang mewujudkan keberlanjutan (prosperity, people, planet).

Diberitakan juga oleh


Berita terkait