Konsumen Kini Tak Cuma Cari Rumah, Tapi Lingkungan yang Bisa Menjawab Kebutuhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsumen properti kini tidak hanya fokus pada rumah, tetapi juga lingkungan sekitarnya. Akses ke tempat kerja, sekolah, fasilitas kesehatan, ruang terbuka, dan kesempatan bersosialisasi menjadi pertimbangan utama. Perubahan ini mendorong pengembangan kawasan hunian beralih dari sekadar menawarkan fasilitas ke konsep kota mandiri yang dapat berkembang sesuai kebutuhan penghuninya.
Kota Baru Parahyangan (KBP), yang dikembangkan selama 26 tahun, mengusung konsep budaya, sejarah, pendidikan, hingga keberlanjutan. Direktur KBP Ryan Brasali menekankan bahwa perkembangan kota harus terus berkelanjutan dan tidak berhenti setelah pembangunan fisik selesai. KBP juga menargetkan berbagai generasi, dari baby boomer hingga generasi Z, dengan kebutuhan yang berbeda. Generasi milenial cenderung aspirasional, sementara generasi Z lebih kritis terhadap nilai yang ditawarkan.
Ruang di luar rumah, seperti taman, pedestrian, dan jalur sepeda, diubah menjadi area aktif yang mendukung mobilitas dan interaksi sosial. KBP menjaga 50% kawasannya sebagai ruang terbuka hijau untuk kesehatan lingkungan. Ruang komunal juga dikembangkan untuk memfasilitasi interaksi antarpenghuni. Menurut KBP, keberhasilan sebuah kota diukur dari kemampuannya bertumbuh bersama masyarakatnya, dengan konsep mandiri, madani, dan alami yang mewujudkan keberlanjutan (prosperity, people, planet).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 15.51
Cluster Canggu, Citra Maja City Hadirkan Pengalaman Hidup yang Makin Lengkap
Berita terkait
Dukung Gaya Hidup Penghuni dengan Hadirkan Fasilitas Terpadu
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 15.37
Membangun Kepercayaan di Pasar Material Finishing Arsitektural
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 00.23
72% Limbah Uang Kertas Diolah Ulang, Jadi Apa?
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 23.00
Rumah yang Tidak Berlari, tetapi Tetap Bertumbuh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 16.00