Kontras Upacara Versi Istana Negara dan Kabinet Bayangan, Pemimpin Upacara Memakai Kaos Oblong
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung dalam dua suasana berbeda. Kabinet Merah Putih menggelar upacara di Istana Negara dengan partisipasi para pejabat secara resmi, sementara Kabinet Bayangan menggelar upacara rakyat di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, yang diikuti petani dan masyarakat sipil. Upacara rakyat ini bertujuan sebagai ruang refleksi sekaligus mengangkat kembali perjuangan warga Kendeng melindungi kawasan karst dari ancaman pertambangan.
Berbeda dengan upacara kenegaraan di Istana, upacara rakyat di Kendeng berlangsung sederhana. Pemimpin upacara, Dhandy Dwi Laksono, memakai kaos oblong saat memimpin kegiatan. Dalam pidatonya, Gunretno sebagai pembina upacara menyoroti kritik terhadap kondisi kebangsaan dan kebijakan pemerintah, termasuk omnibus law, yang belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat akar rumput.
Upacara rakyat di Kendeng juga menjadi simbol perjuangan warga melindungi lingkungan dan hak-hak warga. Para peserta menyampaikan bahwa kemerdekaan harus tercermin dalam kehidupan nyata, termasuk perlindungan terhadap ruang hidup dan lingkungan. Hadir dalam kegiatan ini tokoh-tokoh seperti Media Wahyudi Askar, Yanusa Nugroho, Bhima Yudhistira, Dandhy Laksono, Bivitri Susanti, dan Prof Zainal Arifin Mochtar.
Bagikan
Berita terkait
Artha Graha Peduli Teguhkan Semangat Kemerdekaan melalui Kepedulian untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 16.53
Ketika Sungai mengajarkan Arti Kemerdekaan
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 05.00
Polda Riau: Ekspedisi Merah Putih Hadirkan Negara hingga Wilayah Terluar
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 11.24
Semangat Kemerdekaan Didorong Lewat Pemberdayaan Pengusaha Ultra Mikro
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.07