Koperasi Diajak Masuk Bisnis Karbon, Potensinya Puluhan Ribu Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menandatangani nota kesepahaman untuk menggerakkan koperasi masuk ke bisnis karbon. Menkopl Ferry Juliantono menjelaskan kerja sama ini mencakup edukasi dan pembinaan pengelolaan sampah serta limbah, seperti minyak jelantah, secara sirkuler maupun modern. Koperasi di kawasan pedesaan yang bergerak di sektor perkebunan menjadi fokus utama agar terlibat dalam ekonomi hijau, khususnya perdagangan karbon.
Menteri LH Muhammad Jumhur Hidayat menekankan pentingnya kerja sama ini karena banyak koperasi terlibat dalam usaha perkebunan yang berpotensi ikut dalam perdagangan karbon. Ia menjelaskan pasar karbon dengan integritas tinggi menuntut pembagian manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Namun, transaksi tersebut membutuhkan badan hukum, peran koperasi sebagai wadah sah bagi warga untuk menjual kredit karbon dan menerima hasilnya.
Jumhur menyatakan potensi nilai ekonomi perdagangan karbon di Indonesia mencapai puluhan ribu triliun rupiah. Instrumen regulasi sudah tersedia, kini fokus pada edukasi dan pemberdayaan agar perdagangan karbon tidak hanya dinikmati elit, melainkan merata dari Sabang sampai Merauke.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Berita terkait
Kemenkop Dorong Investasi Kemasyarakatan Bangun Kemandirian Ekonomi
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.11
Koperasi Awards 2026 Soroti Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.23
Kontribusi untuk Koperasi Indonesia Dapat Apresiasi, Ini Kategorinya
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.00
Melihat Peran Koperasi ke Ekonomi RI Lewat Koperasi Awards 2026
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.23