Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Koperasi Diajak Masuk Bisnis Karbon, Potensinya Puluhan Ribu Triliun

Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menandatangani nota kesepahaman untuk menggerakkan koperasi masuk ke bisnis karbon. Menkopl Ferry Juliantono menjelaskan kerja sama ini mencakup edukasi dan pembinaan pengelolaan sampah serta limbah, seperti minyak jelantah, secara sirkuler maupun modern. Koperasi di kawasan pedesaan yang bergerak di sektor perkebunan menjadi fokus utama agar terlibat dalam ekonomi hijau, khususnya perdagangan karbon.

Menteri LH Muhammad Jumhur Hidayat menekankan pentingnya kerja sama ini karena banyak koperasi terlibat dalam usaha perkebunan yang berpotensi ikut dalam perdagangan karbon. Ia menjelaskan pasar karbon dengan integritas tinggi menuntut pembagian manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Namun, transaksi tersebut membutuhkan badan hukum, peran koperasi sebagai wadah sah bagi warga untuk menjual kredit karbon dan menerima hasilnya.

Jumhur menyatakan potensi nilai ekonomi perdagangan karbon di Indonesia mencapai puluhan ribu triliun rupiah. Instrumen regulasi sudah tersedia, kini fokus pada edukasi dan pemberdayaan agar perdagangan karbon tidak hanya dinikmati elit, melainkan merata dari Sabang sampai Merauke.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait