Kredit Bank Jatim Turun 2,6%, Lebih Selektif di Tengah Tekanan Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menerapkan strategi penyaluran kredit yang lebih selektif akibat tekanan ekonomi dan penurunan kualitas aset, terutama di sektor UMKM. Hingga Juli 2026, penyaluran kredit bank only turun 2,6% secara tahunan menjadi Rp66,4 triliun. Bank Jatim kini lebih fokus pada pertumbuhan berbasis kualitas daripada ekspansi agresif.
Kredit konsumtif, khususnya berbasis payroll, tumbuh 0,8% menjadi Rp36,3 triliun karena profil risiko yang lebih moderat. Sebaliknya, kredit produktif mengalami kontraksi 6,6% menjadi Rp30,1 triliun. Untuk mengatasi kredit bermasalah, perseroan menerapkan strategi preventif melalui pengetatan penyaluran dan strategi kuratif seperti hapus buku serta lelang agunan. Per Juli 2026, NPL gross tercatat sebesar 4,24% dengan total aset mencapai Rp98 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 9 September 2026 pukul 01.33
Menkeu Purbaya Ungkap Alasan Presiden Prabowo Dorong Warga Buka Rekening di BRI dan BSI
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.29
Selamatkan Ekonomi, China Bakal Suntik Dana Darurat Rp936 Triliun ke Bank dan BUMN asuransi
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 09.10
Bos Danantara Pastikan Kredit Kopdes di Himbara Tak Bakal Bermasalah
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.55
Paylater Bank Tumbuh 31% Yoy, Lebih dari Dua Kali Lipat Kredit
Berita terkait
IHSG Tiba-Tiba Naik 1%, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.32
Ekonom: Penundaan Transaksi Rekening Sepihak Berisiko Ganggu Kredibilitas Bank
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 21.59
Plafon Kredit UMKM Bakal Dikerek hingga Rp 2.000 Triliun
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 18.29
10 Perusahaan dengan Laba Bersih Terbesar di Indonesia
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.31