Laba BCA Naik Jadi Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Lewati Rp1.000 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba bersih Rp35,25 triliun hingga Juli 2026, naik 1,57% yoy. Pertumbuhan didorong oleh kenaikan pendapatan komisi 8,37% menjadi Rp11,89 triliun dan pendapatan lainnya melonjak 40,67% menjadi Rp757,77 miliar. Beban operasional berhasil dikontrol turun 11,29% yoy menjadi Rp3,47 triliun. Meski pendapatan bunga bersih hanya naik 0,33% yoy, BCA tetap menjaga margin dengan efisiensi biaya.
BCA mencatat pertumbuhan kredit hingga Rp1.000,88 triliun, naik 8,38% yoy, seiring dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) 8,23% yoy menjadi Rp1,257,72 triliun. Dana murah (CASA) tumbuh 10,86% yoy menjadi Rp1,074,47 triliun. Total aset BCA mencapai Rp1,575,89 triliun, naik 7,44% yoy.
Indikator utama BCA menunjukkan konsistensi pertumbuhan: laba bersih 1,57%, kredit 8,38%, DPK 8,23%, dan CASA 10,86%. Namun, rugi nonoperasional mencatatkan peningkatan menjadi Rp257,77 miliar, lebih tinggi dibanding Rp141,51 miliar pada 2025 sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
BCA Cetak Laba Rp 29,5 T, Kredit Tembus Rp 1.000 T
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 16.34
Citi Indonesia cetak laba bersih Rp994 miliar di semester I-2026
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 19.30
Laba SeaBank Tembus Rp749 Miliar, Kredit Tumbuh 53,1% Semester I-2026
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 16.46
Kredit BCA Tembus Rp1.036 triliun
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 21.32