Laba BNI Rp 10,8 Triliun pada Semester I 2026, 51% Target Pasar Sudah Tercapai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan laba bersih Rp 10,8 triliun pada semester I 2026, tumbuh 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menyatakan bahwa pencapaian ini merepresentasikan 51 persen dari target konsensus pasar, menandakan kinerja saham BBNI masih sesuai dengan ekspektasi pasar.
BNI juga meningkatkan Dividend Payout Ratio dari 25 persen pada 2022 menjadi 65 persen dalam dua tahun terakhir. Pada tahun buku 2025, bank ini membagikan dividen sebesar Rp 349,4 per lembar saham pada April 2026. BNI menekankan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan optimal di semua segmen permodalan.
Dari sisi keuangan, rasio kecukupan modal (CAR) BNI mencapai 18,1 persen pada Juni 2026, 360 basis poin di atas minimum regulator 14,5 persen. Posisi likuiditas tetap kuat dengan loan to deposit ratio 87,7 persen. Kredit tumbuh 24 persen secara year on year, sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga 22 persen. Rasio non-performing loan stabil di level 1,9 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 16.30
Semen Indonesia Siap Bagikan 100% Laba 2026 sebagai Dividen
Berita terkait
Pendapatan Tumbuh 67%, PT Garam Cetak Laba Rp 112,02 Miliar
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 11.45
BRI jaga likuiditas secara disiplin memasuki semester II 2026
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 15.46
Pendapatan Perusahaan Milik Raffi Ahmad (RANS) Anjlok Jadi Rp149 Miliar
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 11.13
Mesin Bisnis BNI Ngebut! Simpanan Nasabah Naik Rp 200 Triliun Setahun
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 16.15