Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BRI jaga likuiditas secara disiplin memasuki semester II 2026

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyatakan komitmen menjaga likuiditas secara disiplin pada semester II 2026 dengan menyelaraskan pertumbuhan kredit dan kapasitas pendanaan. Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu RK, menegaskan strategi ini bertujuan memperkuat dana murah dan menjaga struktur pendanaan tetap sehat melalui anchor client. Meski likuiditas perbankan nasional dianggap memadai, BRI tetap mewaspadai risiko hingga akhir tahun 2026.

Pada triwulan II 2026, total kredit BRI tumbuh 16,2% YoY mencapai Rp1.645,5 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.580,7 triliun dengan pertumbuhan 6,7% YoY. Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI sebesar 90,8% dianggap level ideal untuk intermediasi, sementara industri perbankan nasional tercatat 88,3%. Rasio dana murah (CASA) BRI naik menjadi 67,6%, didorong pertumbuhan tabungan 11,3% dan giro 8,5%.

BRI juga berhasil menurunkan cost of fund dari 3,0% pada triwulan II 2025 menjadi 2,4% pada triwulan II 2026. Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI kuat pada 21,5%, jauh di atas ketentuan. Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menyatakan fondasi likuiditas dan modal yang kuat mendukung pertumbuhan berkelanjutan dengan prinsip kehati-hatian.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait