Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatatkan penurunan laba bersih pada semester I-2026 meskipun pendapatan dan laba usaha naik. Pendapatan tumbuh 6,6% menjadi Rp 17,96 triliun dari Rp 16,85 triliun, dan laba usaha meningkat 25,8% menjadi Rp 4,66 triliun dari Rp 3,71 triliun. Namun, laba tahun berjalan anjlok 73,5% menjadi hanya Rp 314,03 miliar dari Rp 1,18 triliun.
Penurunan laba bersih tidak berasal dari bisnis inti, melainkan dari pos "Bagian Rugi Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama" yang melonjak menjadi minus Rp 2,99 triliun dari minus Rp 948,2 miliar. Kerugian ini terutama dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), entitas ventura bersama yang memiliki 58,53% saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator kereta cepat Whoosh.
PSBI mencatat rugi neto Rp 5,13 triliun dengan aset Rp 21,53 triliun dan liabilitas Rp 21,55 triliun. Akibatnya, bagian rugi KAI dari investasinya di PSBI mencapai Rp 3,005 triliun, sehingga nilai investasi KAI turun dari Rp 4,79 triliun menjadi Rp 1,79 triliun. KAI juga memberikan pinjaman pemegang saham lebih dari Rp 1,72 triliun kepada PSBI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 19.40
Bos Danantara Buka Suara soal KAI Tanggung Kerugian Kereta Cepat
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 19.12
GoTo Raup Laba Rp607,5 M Semester I 2026, Untung Dua Kuartal Beruntun
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 17.56
Pendapatan Naik 28%, GOTO Cetak Laba Bersih Rp 607,5 M di Semester I 2026
Berita terkait
KAI Akui Whoosh Bebani Keuangan, Minta Pengalihan ke Kemenkeu Segera Dilakukan
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 19.21
Suahasil Bungkam Ditanya soal Utang Whoosh-Dividen Danantara Rp 120 T
Detik.com · 16 September 2026 pukul 15.19
Purbaya Usai Sertijab Menkeu: Alhamdulillah Selamat Gua
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 16.15
Tak Lagi Urus Utang Whoosh usai Lepas Jabatan Menkeu, Purbaya: Alhamdulillah Selamat
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 14.53