Limbah Penggilingan Padi Jadi Energi, SIG Serap 400 Ton per Hari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengembangkan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif di Pabrik Tuban, Jawa Timur, untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menurunkan emisi karbon. Sekam padi menjadi bahan baku utama dengan konsumsi mencapai 400 ton per hari, didukung oleh jenis biomassa lain seperti cocopeat, sabut kelapa, bonggol jagung, serbuk gergaji, dan ampas tebu. Langkah ini merupakan bagian dari Sustainability Roadmap SIG 2030 yang bertujuan mendukung produksi semen hijau berbasis energi rendah emisi.
Sumber pasokan sekam padi berasal dari 10 perusahaan penggilingan padi dan petani di wilayah Tuban, Lamongan, Bojonegoro, hingga Rembang. Salah satu pemasok, PT Pionir Nusantara Sukses, menyumbangkan sekitar 2.500 hingga 3.000 ton sekam padi per bulan, dengan total sebesar 20.000 ton sejak awal 2025 hingga September 2026. Sekam paling banyak diperoleh dari pengepul di Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro, sementara sisanya didapatkan langsung dari petani.
Penggunaan sekam padi sebagai bahan bakar tidak hanya mendukung keberlanjutan operasional pabrik, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi petani dan perusahaan penggilingan padi. Menurut Direktur PT Pionir Nusantara Sukses Irsan Yanuardi, pendapatan dari pengumpulan sekam cenderung meningkat meski masih dipengaruhi oleh fluktuasi cuaca yang memengaruhi kualitas dan ketersediaan bahan baku.
Bagikan
Berita terkait
Limbah Plastik Jadi Kaki Palsu, BWC: Sustainability untuk Kemanusiaan
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 00.28
RSUP Dr. Sardjito Beralih ke Gas Bumi PGN, Hemat Biaya Energi Capai 75 Persen
kumparan · 22 September 2026 pukul 15.58
Cegah Abrasi, 1.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Pulau Pari
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 15.52
4 Bandara InJourney Airport Raih ENSIA 2026 Hasil Program Keberlanjutan
kumparan · 22 September 2026 pukul 14.10