Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Lipstick Effect Jadi Sinyal Daya Beli Masyarakat Makin Tergerus

Fenomena 'lipstick effect' terjadi saat masyarakat mengalihkan konsumsi dari barang mewah ke barang terjangkau akibat penurunan daya beli dan stagnasi upah riil di tengah kenaikan biaya hidup. Direktur Eksekutif INDEF, Esther Dwi Astuti, menjelaskan bahwa kondisi ini memicu penundaan pembelian aset besar seperti rumah dan kendaraan, sementara pengeluaran harian untuk kebutuhan pokok meningkat.

Tekanan ekonomi ini juga mendorong peningkatan penggunaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan sekadar gaya hidup. Data OJK per Juli 2026 menunjukkan pembiayaan BNPL tumbuh 54,65% (yoy) menjadi Rp13,62 triliun, sementara pinjaman daring tumbuh 24,76% menjadi Rp105,63 triliun. Pelemahan daya beli jangka panjang dikhawatirkan terjadi jika konsumsi terus dipertahankan dengan menggerus tabungan.

Berita terkait