Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Pindar Bergeser ke Konsumsi, Modal Usaha Justru Makin Terbatas

Pembiayaan daring (Pindar) semakin banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan dasar, sementara penyaluran untuk sektor produktif dan UMKM masih terbatas. Direktur Ekonomi Digital CELIOS Nailul Huda menyatakan, hal ini terjadi akibat melemahnya kondisi ekonomi dan tekanan pada kemampuan konsumsi masyarakat. Masyarakat kini lebih membutuhkan dana untuk keperluan sehari-hari seperti makan, bukan untuk beli barang tahan lama atau menambah modal usaha.

Pembiayaan sektor produktif memang masih tersedia, namun porsinya sangat terbatas. Huda menjelaskan, pelemahan ekonomi juga memengaruhi kinerja bisnis, termasuk UMKM. Ketika penjualan dan konsumsi melambat, kemampuan pelaku usaha memenuhi kewajiban pembiayaan semakin tertekan. Selain itu, pembiayaan sektor produktif dianggap memiliki risiko yang lebih besar.

Kondisi ini membuat perbankan lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit, terutama ke sektor UMKM. Indeks ritel yang menurun dan konsumsi masyarakat yang melambat menjadikan sektor ini berisiko tinggi. Akibatnya, platform dan lender enggan membiayai sektor produktif atau UMKM karena risiko yang besar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait