Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

LPEI Kucurkan US$ 8,5 Juta Danai Ekspor Gerbong Barang ke Selandia Baru

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyalurkan fasilitas pembiayaan senilai US$8,5 juta kepada PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA untuk mendukung ekspor 340 unit gerbong barang tipe SOW6 ke Selandia Baru. Fasilitas ini berupa Kredit Modal Kerja Ekspor dan Penugasan Khusus Ekspor Alat Transportasi (PKE ATP), diberikan untuk mendukung kontrak pembuatan 340 unit Container Flat Top Wagon dari UGL Rail Service Pty Limited, Australia, yang akan dioperasikan KiwiRail di Selandia Baru. Pengiriman dilakukan bertahap sepanjang 2026; hingga Juli 2026, PT INKA telah mengirim 200 gerbong dari fasilitas produksinya di Madiun, Jawa Timur, dengan sekitar 20 unit dikirim pada 30-31 Juli 2026.

Ini merupakan fasilitas kedua yang diberikan LPEI kepada PT INKA. Sebelumnya pada 2024, LPEI menyalurkan fasilitas senilai US$11,9 juta kepada INKA Multi Solusi (IMS), terdiri dari pembiayaan US$7,7 juta dan penjaminan US$4,2 juta untuk ekspor gerbong ke Selandia Baru. Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, menyatakan dukungan ini merupakan wujud kehadiran negara melalui Kementerian Keuangan untuk memperkuat industri strategis nasional berorientasi ekspor melalui fasilitas PKE atau National Interest Account (NIA). PT INKA disebut telah menyelesaikan produksi 250 dari total 340 unit wagon sesuai target pengiriman.

Ekspor gerbong ini dinilai memperkuat rekam jejak PT INKA di pasar internasional karena gerbong dirancang memenuhi spesifikasi teknis standar perkeretaapian Selandia Baru. Keberhasilan ekspor diharapkan memberi efek berganda bagi perekonomian nasional, seperti peningkatan utilisasi industri komponen dalam negeri, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasok manufaktur nasional. Sinergi LPEI dan PT INKA juga menjadi bentuk kolaborasi BUMN dan lembaga pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait