Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Luas Tanam Susut Turunkan Produksi Jagung

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% sepanjang Januari-September 2026 mencapai 12,67 juta ton, turun 1,07% dibanding periode sama tahun 2025 akibat menyusutnya luas panen menjadi 2,17 juta hektare, turun 1,20% dari tahun lalu. Pada Juni 2026, luas panen jagung hanya 0,25 juta hektare dibanding 0,26 juta hektare pada Juni 2025, dengan produksi menurun dari 1,55 juta ton menjadi 1,50 juta ton. Potensi untuk Juli-September 2026 juga menurun, dengan luas panen 0,67 juta hektare (turun 4,39%) dan produksi 3,98 juta ton (turun 6,48%).

Sementara, Perum Bulog mencatatkan rekor serapan jagung tertinggi sejarah Indonesia, mencapai hampir 300 ribu ton pada 2026, naik hampir tiga kali lipat dari 102 ribu ton pada 2025. Bulog menyalurkan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan kuota 240 ribu ton dan harga eceran tertinggi Rp 5.500 per kg untuk menstabilkan harga. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengadaan minimal satu juta ton jagung pipilan kering tahun 2026 melalui Inpres Nomor 3 Tahun 2026, mendukung swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.

BPS menekankan bahwa angka potensi ini masih dinamis dan dapat berubah berdasarkan kondisi lapangan seperti hama, banjir, atau kekeringan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait