Luhut Targetkan Subsidi Barang Diganti Tunai Mulai 1-2 Tahun ke Depan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia telah merencanakan perubahan skema subsidi barang menjadi bantuan tunai langsung kepada masyarakat. Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan perubahan ini diproyeksikan dapat diterapkan dalam 1-2 tahun ke depan sebagai bagian dari penataan perlindungan sosial dan digitalisasi data pemerintah. Integrasi data dari berbagai kementerian dan lembagi menggunakan kecerdasan buatan (AI) dilakukan untuk memastikan penerima bantuan yang tepat sasaran. Target utama pemerintah adalah menyelesaikan pemutakhiran data penerima bansos sebelum penyaluran melalui sistem yang lebih terarah. Data kependudukan dari Dukcapil akan dipadukan dengan data lainnya, dengan harapan 98 persen dari 288 juta penduduk sudah terdaftar. Pemerintah juga membuka ruang pendaftaran untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam sistem. Pembenahan dan integrasi data diproyeksikan selesai pada akhir 2026, dengan penyaluran bansos melalui skema tunai dipertimbangkan mulai kuartal pertama tahun 2027. Nilai bantuan rata-rata per orang diperkirakan mencapai Rp5,4 juta, dikumpulkan dari berbagai program bansos yang ada. Sistem digital juga dirancang untuk membantu pemerintah mengidentifikasi penerima secara lebih detail menggunakan teknologi face recognition dan pemadanan data.
Bagikan
Berita terkait
Qodari: Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Kini Dipangkas Jadi 5 Menit
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 13.16
Perlinsos Digital Sentuh 3 Juta KK dalam Sebulan di 43 Daerah
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 22.26
MenPAN-RB Bicara Transformasi Digital untuk Mudahkan Layanan Publik
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 21.39
Kunjungi Surabaya, Kepala Bakom RI Apresiasi Sistem Digitalisasi Perlindungan Sosial
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 17.10