Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Luhut Targetkan Subsidi Barang Diganti Tunai Mulai 1-2 Tahun ke Depan

Pemerintah Indonesia telah merencanakan perubahan skema subsidi barang menjadi bantuan tunai langsung kepada masyarakat. Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan perubahan ini diproyeksikan dapat diterapkan dalam 1-2 tahun ke depan sebagai bagian dari penataan perlindungan sosial dan digitalisasi data pemerintah. Integrasi data dari berbagai kementerian dan lembagi menggunakan kecerdasan buatan (AI) dilakukan untuk memastikan penerima bantuan yang tepat sasaran. Target utama pemerintah adalah menyelesaikan pemutakhiran data penerima bansos sebelum penyaluran melalui sistem yang lebih terarah. Data kependudukan dari Dukcapil akan dipadukan dengan data lainnya, dengan harapan 98 persen dari 288 juta penduduk sudah terdaftar. Pemerintah juga membuka ruang pendaftaran untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam sistem. Pembenahan dan integrasi data diproyeksikan selesai pada akhir 2026, dengan penyaluran bansos melalui skema tunai dipertimbangkan mulai kuartal pertama tahun 2027. Nilai bantuan rata-rata per orang diperkirakan mencapai Rp5,4 juta, dikumpulkan dari berbagai program bansos yang ada. Sistem digital juga dirancang untuk membantu pemerintah mengidentifikasi penerima secara lebih detail menggunakan teknologi face recognition dan pemadanan data.

Berita terkait