Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Malaysia Bikin Baterai NMC dari Riset dan NIkel RI, Bidik Motor EV Indonesia

Indonesia, yang possedi cadangan nikel terbesar di dunia dan memiliki pabrik sel baterai raksasa di Karawang dengan kapasitas 6.900 MWh, masih mengirimkan material katoda hasil riset ke Malaysia untuk diubah menjadi sel baterai. Baterai Nusantara, baterai lithium-ion berbasis NMC yang diperkaya graphene, dikembangkan oleh National Battery Research Institute (NBRI) Indonesia, tetapi dirakit oleh NanoMalaysia Berhad melalui Gigafactory Malaysia Sdn Bhd (GMSB) di Suria Industrial Park, Sepang. Pabrik GMSB tersebut hanya memiliki kapasitas 1 MWh per tahun dengan biaya pembangunan sekitar RM20 juta. Menurut Evvy Kartini, pendiri NBRI, material riset dikirim ke Malaysia karena belum ada fasilitas pilot line di Indonesia untuk memvalidasi material sebelum masuk ke produksi massal. Tanpa fasilitas skala kecil tersebut, hasil laboratorium tidak dapat melanjutkan ke tahap produksi komersial. Pabrik di Karawang, yang merupakan patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium CBL (afiliasi CATL), menggunakan teknologi dari luar negeri. Kapasitasnya jauh lebih besar, tetapi ketiadaan jembatan riset ke produksi menjadi kendala utama.

Berita terkait