Malaysia Bikin Baterai NMC dari Riset dan NIkel RI, Bidik Motor EV Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia, yang possedi cadangan nikel terbesar di dunia dan memiliki pabrik sel baterai raksasa di Karawang dengan kapasitas 6.900 MWh, masih mengirimkan material katoda hasil riset ke Malaysia untuk diubah menjadi sel baterai. Baterai Nusantara, baterai lithium-ion berbasis NMC yang diperkaya graphene, dikembangkan oleh National Battery Research Institute (NBRI) Indonesia, tetapi dirakit oleh NanoMalaysia Berhad melalui Gigafactory Malaysia Sdn Bhd (GMSB) di Suria Industrial Park, Sepang. Pabrik GMSB tersebut hanya memiliki kapasitas 1 MWh per tahun dengan biaya pembangunan sekitar RM20 juta. Menurut Evvy Kartini, pendiri NBRI, material riset dikirim ke Malaysia karena belum ada fasilitas pilot line di Indonesia untuk memvalidasi material sebelum masuk ke produksi massal. Tanpa fasilitas skala kecil tersebut, hasil laboratorium tidak dapat melanjutkan ke tahap produksi komersial. Pabrik di Karawang, yang merupakan patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium CBL (afiliasi CATL), menggunakan teknologi dari luar negeri. Kapasitasnya jauh lebih besar, tetapi ketiadaan jembatan riset ke produksi menjadi kendala utama.
Bagikan
Berita terkait
Wamenkum: 2.341 WNI di LN Dapat Penegasan Kewarganegaraan, Mayoritas di Malaysia
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 23.46
Terdampak Kabut Asap, Kualitas Udara di Belasan Wilayah Malaysia tak Sehat
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.51
Sebut Orang Melayu Kuno Bisa Terbang, Profesor Malaysia Dipecat
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 12.12
PM Malaysia Minta Bantuan Prabowo Selesaikan Investasi Felda di BWPT Senilai Rp11 Triliun
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 08.09