Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Media Internasional Soroti Pengakuan Prabowo yang Belum Penuhi Janji-Janji Politiknya

Presiden Prabowo Subianto mengakui pemerintahannya belum menyelesaikan seluruh persoalan bangsa dan memenuhi semua janji politik yang disampaikan saat Pilpres 2024. Dalam pidatonya di hadapan parlemen, Prabowo menegaskan pemerintah terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan dan optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen tahun ini. Ia juga mempromosikan agenda swasembada pangan serta pengelolaan ekspor komoditas strategis melalui badan ekspor milik negara yang baru dibentuk. Menurut Prabowo, badan tersebut telah menemukan potensi perbedaan nilai ekspor sekitar 5 miliar dolar AS antara harga yang dilaporkan dan harga sebenarnya, namun menegaskan bahwa badan ini tidak akan mengambil alih kendali kegiatan ekspor. Prabowo dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024 setelah memenangkan Pilpres 2024, di mana ia menjanjikan pemberantasan korupsi, peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemerintahannya menghadapi tantangan ekonomi, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah, tekanan pasar saham, dan kekhawatiran terkait efisiensi anggaran serta independensi bank sentral. Program MBG juga mengalami penyesuaian anggaran dan mendapat kritik terkait pengelolaannya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait