Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonomi RI Menunjukkan Daya Tahan di Tengah Tekanan Global dan Regional

Perekonomian Indonesia menunjukkan daya tahan di tengah tekanan global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,61% pada kuartal I-2026 dan 5,45% pada semester I-2026. Ketahanan ini ditopang oleh keberhasilan swasembada berbagai komoditas pangan pokok, seperti beras, jagung, cabai, gula, dan daging ayam. Cadangan Beras Pemerintah bahkan mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah pengelolaan pangan nasional dengan menembus angka lebih dari 5 juta ton guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Dari sisi permodalan, realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun serta menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja langsung. Porsi investasi di luar Pulau Jawa tercatat mencapai Rp 507,8 triliun (50,2%), sedikit melampaui investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 502,8 triliun (49,8%). Capaian ini menunjukkan adanya pemerataan pembangunan ekonomi ke berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, investasi sektor hilirisasi telah menyerap Rp 300,1 triliun atau hampir 30% dari total investasi nasional. Transformasi hilirisasi diarahkan menuju industrialisasi menyeluruh, mulai dari pengolahan mineral, implementasi energi biodiesel B50, hingga penguatan manufaktur untuk menciptakan kemandirian ekonomi serta lapangan kerja yang lebih berkualitas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait