Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Megawati Ungkit Perlakuan Soeharto terhadap Bung Karno, Ada Kepedihan

Presiden Ke-5 RI dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa penegakan keadilan sejarah bangsa tidak boleh berhenti hanya pada pencabutan Ketetapan (TAP) MPRS Nomor 33 Tahun 1967. Dalam sambutannya, Megawati mengajak seluruh elemen bangsa untuk menatap sejarah secara jujur, termasuk mengakui penderitaan politik yang dialami Proklamator RI Soekarno (Bung Karno) selama masa Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Ke-2 RI Soeharto.

Megawati menyampaikan hal ini saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dalam pidatonya, ia membeberkan catatan kelam perjalanan politik Bung Karno yang harus menghabiskan sekitar 18 tahun dalam isolasi kekuasaan, penjara, hingga pengasingan.

Rincian yang disebutkan Megawati meliputi 12 tahun penjara dan pengasingan pada masa kolonial Belanda, dua tahun pengasingan pada masa revolusi fisik, dan empat tahun tahanan rumah tanpa proses pengadilan pada masa Orde Baru. Megawati menekankan bahwa bangsa yang tidak berani menghadapi sejarahnya sendiri akan rentan terombang-ambing oleh kepentingan luar dan menjadi bangsa yang kerdil.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait