Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Konsolidasi PDIP Jatim, Megawati: Bung Karno Sebut Surabaya 'Dapur Nasionalisme'

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya Jawa Timur, khususnya Surabaya, dalam sejarah perjuangan nasional. Dalam Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya pada Minggu (23/8), Megawati menyatakan bahwa Bung Karno menyebut Surabaya sebagai 'Dapur Nasionalisme'. Ia menjelaskan bahwa di Surabaya, Bung Karno menamatkan pendidikan di HBS dan berguru kepada HOS Tjokroaminoto dalam kondisi sederhana, tinggal di ruangan sempit tanpa jendela dengan penerangan lampu teplok. Dari tempat sederhana itu, Bung Karno membangun pemikirannya melalui bacaan dan dialog intelektual dengan berbagai tokoh dunia seperti Thomas Jefferson, Karl Marx, Sun Yat-sen, dan Mustafa Kemal Atatürk.

Megawati menggambarkan bagaimana Bung Karno berkembang dari usia 16 tahun menjadi patriot yang tangguh. Ia menekankan bahwa Surabaya pada 1916 sudah menjadi pusat kapitalisme global, namun Bung Karno membuktikan bahwa Hindia Belanda bisa dikalahkan melalui kemerdekaan Indonesia. Megawati meminta generasi muda belajar dari kekuatan pemikiran, imajinasi, dan keberanian Bung Karno yang hidup dalam keterbatasan tetapi memiliki visi besar.

Dalam kesempatan ini, Megawati memerintahkan seluruh kader PDIP Jawa Timur untuk memperkuat basis dan kerja politik di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun emotional bonding dengan rakyat dan sesama kader, serta menggunakan pemikiran dan perjuangan Bung Karno sebagai sumber energi. Megawati berharap Jawa Timur kembali menjadi 'Kandang Banteng' dengan target perolehan kursi minimal menyamai capaian PDIP pada Pemilu 2019. Ia juga mengingatkan militansi kader yang teruji sejak masa Orde Baru, dengan contoh Pandegiling dan Sukolilo.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait