Melihat Fenomena Job Mismatch: Lowongan Kerja Ada, tapi Serapan Sedikit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Job mismatch di Indonesia masih menjadi masalah, yaitu adanya lowongan kerja yang tidak sebanding dengan serapan tenaga kerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan perubahan industri akibat AI dan otomasi serta ketidaksesuaian skill pekerja dengan kebutuhan industri menjadi penyebab utama. Pemerintah meluncurkan program magang nasional (150.000 peserta) dan vokasi nasional (270.000 peserta) untuk mengurangi gap tersebut. Penelitian oleh BPJS Watch menunjukkan banyak perusahaan memiliki kriteria ketat termasuk kecakapan teknologi, sehingga sebagian besar pelamar tidak memenuhi syarat. Pengamat lain menambahkan bahwa ekspektasi gaji pelamar yang tinggi, terutama fresh graduate, serta praktik rekrutmen berbasis relasi menjadi faktor job mismatch. BPS mencatat angka pengangguran angkatan kerja Mei 2026 sebesar 7,22 juta orang dengan total angkatan kerja 155,41 juta orang.
Bagikan
Berita terkait
Job Fair Jakarta Selatan Career Fest 2026 Membuka Ribuan Lowongan Kerja
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 16.22
APINDO Usul Aturan Upah Lebih Fleksibel dalam RUU Ketenagakerjaan
kumparan · 3 September 2026 pukul 15.31
Cari Kerja ke Luar Negeri? Ada 289 Ribu Lowongan Resmi di SISKOP2MI
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 10.21
Kemnaker Bidik 3,49 Juta Lapangan Kerja pada 2027, Hilirisasi hingga MBG Jadi Andalan
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 07.14