Memaknai Kemerdekaan Lewat Kedaulatan Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel Detik.com membahas makna kemerdekaan Indonesia yang berkembang hingga akhir 2026, di mana kemerdekaan tidak lagi hanya sejarah merebut kemerdekaan dari penjajah, tetapi juga berarti kemandirian bangsa di sektor strategis, khususnya energi. Menuruh Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Bambang Ismawan, pemerintah melalui kebijakan ketahanan pangan dan energi, termasuk penggunaan bahan baku domestik seperti biodiesel B50 dan solar, bertujuan mengurangi ketergantungan impor energi. Indonesia yang dulu menjadi anggota OPEC dan pengekspor minyak kini bertransformasi menjadi negara pengimpor, sehingga kebijakan energi lokal menjadi penting.
Bagikan
Berita terkait
Kedaulatan Energi di Usia 81 Tahun Kemerdekaan RI: Optimalisasi Gas Bumi dan Agresivitas Eksplorasi Hulu Migas jadi Kunci
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.25
Indonesia Masih Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari, Bahlil Ungkap Penyebabnya
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 22.13
Impor Minyak Masih Tinggi, Bahlil Dorong Panas Bumi Jadi Penopang Ketahanan Energi
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 18.45
Diskon Tambah Daya Listrik Hadirkan Kemerdekaan yang Lebih Dekat dengan Kebutuhan Rakyat
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 23.34