B50 RI Bikin Jepang-Malaysia-Eropa Penasaran, Ada Potensi Hemat Rp 170 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia menjadi negara pertama yang menguji program bahan bakar B50 (campuran 50% biodiesel dan 50% solar) sejak Juli 2026, menarik minat Malaysia, Jepang, dan Eropa untuk belajar. Program ini dianggap tonggak penting dalam mendorong kemandirian energi nasional. Menurut Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, B50 dapat mengurangi impor solar sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO2 setara. Dengan asumsi produksi 18 juta kiloliter, nilai tambah CPO diproyeksikan mencapai Rp 20,92 triliun, sementara penghematan total diperkirakan mencapai Rp 170 triliun pada 2026. Program ini juga berpotensi menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja dalam industri biodiesel. Produksi FAME (Fatty Acid Methyl Ester) ditargetkan mencapai 16-18 juta kiloliter hingga Desember 2026 untuk mendukung kebutuhan program ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 8 September 2026 pukul 16.57
Implementasi B50 Capai 94% hingga Awal September, Tersalurkan 3,4 Juta Kiloliter
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 16.14
ESDM Sebut 90 Persen SPBU Sudah Jual B50
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.15
94% SPBU di RI Sudah Salurkan BBM Baru Biodiesel B50
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 17.10
10,69 Juta KL BBM Baru B50 Sudah Tersalurkan di SPBU
Berita terkait
B50 Tak Hapus Impor Solar, CN51 Masih Didatangkan 600 Ribu KL Tahun Ini
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 14.30
BPH Migas Sebut Distribusi B50 Berjalan Lancar dan Tak Rusak Mesin
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 10.39
Memaknai Kemerdekaan Lewat Kedaulatan Energi
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 14.09
Prabowo Sebut B50 Hemat Devisa 9,5 Miliar Dolar AS
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 13.10