Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Membaca Ruang Fiskal dengan Lebih Utuh

RAPBN 2027 menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% dengan defisit turun menjadi 2,4% PDB dari 2,85% pada 2026. Belanja negara naik 3,9% lebih lambat dari pertumbuhan 14,8% outlook tahun ini. Keseimbangan primer membaik drastis dari defisit Rp152 triliun menjadi Rp21 triliun. Pemerintah menerapkan konsolidasi fiskal sekaligus menjaga investasi produktif dengan membiayai utang sekitar Rp876 triliun. Dunia menghadapi tekanan ruang fiskal dengan utang publik global mendekati 94% PDB pada 2025 dan beban bunga meningkat. India contoh konsolidasi tanpa mengurangi investasi modal, sementara Jepang menunjukkan risiko utang berlebih. Keberhasilan RAPBN 2027 ditentukan oleh kualitas belanja, manfaat ekonomi dari setiap rupiah, dan kemampuan mengelola risiko fiskal secara bertahap.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait