Ekonom Nilai Disiplin Belanja dan Penerimaan Jadi Kunci Jaga Defisit 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menargetkan defisit anggaran 2027 sebesar 2,40% PDB (Rp 671,2 triliun) melalui pendapatan Rp 3,426 triliun dan belanja Rp 4,097 triliun. Namun, outlook defisit 2026 sudah melebar 2,85% akibat subsidi energi dan belanja lebih tinggi. Yusuf Randy Manilet (CORE) menyatakan target matematis tercapai jika PDB tumbuh 6%, tetapi pertumbuhan tinggi bersama belanja pangan, energi, infrastruktur, dan sosial membuat ruang fiskal sempit. Reformasi perpajakan dan peningkatan kualitas belanja menjadi kunci, bukan sekadar pemangkasan. Rizal Taufikurahman (INDEF) menambahkan defisit rendah penting untuk kredibilitas fiskal, namun konsolidasi agresif bisa menekan pertumbuhan jika memangkas belanja produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.11
Menkeu Purbaya Evaluasi FTA untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.41
Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Kebut Kebijakan Prioritas Presiden
Berita terkait
Abdul Rahman Farisi Sebut Percepatan Realisasi Anggaran Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 10.20
Anggaran Belanja Tembus Rp 4.000 Triliun, Purbaya Janji Jaga Defisit
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.04
Pasang Target Ambisius, Prabowo Ingin Ekonomi 2027 Tumbuh 6%
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.45
Video: Gaet Investor dan Dorong Ekonomi 2026,Ekonom Dorong Kebijakan Ini
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.05