Menanam Kemandirian di Tanah Kamojang Lewat Energi Matahari dan Panas Bumi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Petani Kamojang, Hendro Gunawan, mengembangkan pupuk organik Geo-Fert dengan dukungan energi matahari (PLTS 6,6 kWp) dan panas bumi (PLTP) Pertamina. Limbah sapi, domba, ayam, serta sisa tanaman diolah menjadi pupuk dengan pengeringan cepat 12 jam (dari 14 hari). Produksi mencapai 240 ton/tahun, meningkatkan produktivitas kopi 75%, kubis 69%, daun bawang 57%. Penghematan biaya listrik Rp 500.000/bulan dan ROI 3,2 tahun. Program DEB Pertamina menjangkau 269 daerah dengan 237 panel surya.
Bagikan
Berita terkait
Sulap Limbah Jerami Jadi Pupuk Organik HULU
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.08
ESGIN, KPCI dan KKDC Kolaborasi Bangun Ekosistem Ekonomi Hijau
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 10.50
Belajar Bahasa Tak Cukup di Kelas, Pengalaman Internasional Membentuk Kemandirian Siswa
JawaPos · 9 September 2026 pukul 14.00
Panen Kentang di Garut, PepsiCo Indonesia Bantu Perkuat Rantai Pasok Lokal
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 10.15