Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mendag Buka Suara Harga Ayam Mahal, tapi Telur di Bawah HAP

Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) mengakui harga daging ayam masih tergolong mahal karena berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Berdasarkan data rata-rata nasional per 26 Agustus 2026, harga daging ayam di tingkat eceran mencapai Rp 41.000/kg, melebihi HAP yang ditetapkan sebesar Rp 40.000/kg. Sementara itu, harga telur ayam justru berada di bawah HAP, dengan rata-rata nasional Rp 26.000/kg, sedikit di bawah HAP ideal sebesar Rp 26.500/kg.

Busan menjelaskan bahwa HAP adalah harga kesepakatan antara produsen dan konsumen yang sudah memperhitungkan biaya produksi termasuk harga pakan. Harga jual di pasar tidak boleh jauh di bawah HAP agar peternak tidak rugi dan tidak bisa melanjutkan usaha. Namun, jika harga terlalu tinggi, masyarakat kesulitan membeli. Untuk daging ayam, pemerintah ingin harganya turun ke Rp 40.000/kg maksimal, sementara untuk telur, fokus adalah menstabilkan harga agar peternak tetap dapat penghasilan.

Untuk mengatur penyerapan daging ayam dan telur, pemerintah menggunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG dapat meningkatkan penyerapan ketika harga turun seperti telur saat ini, dan mengurangi pembelian ketika harga tinggi seperti daging ayam. Dengan demikian, harga dapat tetap stabil sesuai HAP yang ditetapkan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait