Mendag Ungkap 60% Produk di Ritel Modern Berasal dari UMKM dan Lokal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan lebih dari 60 persen produk yang tersedia di ritel modern saat ini berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk lokal. Hal ini menunjukkan akses pasar yang semakin terbuka bagi pelaku UMKM, didukung oleh pola kemitraan antara UMKM dan jaringan ritel modern. Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan asosiasi ritel seperti Hippindo dan Aprindo untuk memperluas pemasaran produk UMKM di luar kanal tradisional. Produk UMKM kini juga dapat ditemui di pusat perbelanjaan, department store, dan ritel modern seperti AEON di BSD, Tangerang. Pemerintah sebelumnya mewajibkan ritel modern menjual minimal 30 persen produk UMKM, namun kebijakan ini diganti dengan pendekatan kemitraan setelah mendapat kritik negatif terkait potensi perlakuan diskriminatif. Pendekatan berbasis kemitraan dinilai memberikan ruang yang lebih luas bagi produk lokal untuk masuk ke jaringan perdagangan modern.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 20.00
Produk Lokal Sukses Kuasai Ritel Modern RI, Pemerintah Pakai Jurus Ini
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 08.40
BRI Ungkap 3 Syarat UMKM RI Bisa Tembus Pasar Ekspor
Berita terkait
Target Investasi Rp2.041 T, BKPM Dorong Kemitraan Bisnis Besar-Lokal
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 18.34
Realisasi Investasi Maluku Utara Tembus Rp 40 T, Terbesar Ketiga di RI
Detik.com · 2 September 2026 pukul 16.17
IWIP Buka Peluang UMKM Maluku Utara Masuk Rantai Pasok Industri
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 21.21
IWIP Catat Belanja UMKM Rp1,1 Triliun, BKPM Dorong Kemitraan Lokal Diperluas
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 18.34