Menembus Akses Sulit di Perbatasan, Kisah Novi Dampingi Nasabah PNM Mekaar di Pulau Sebatik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
Fipi Novita Sari, Account Officer (AO) PNM Mekaar di Pulau Sebatik, menempuh perjalanan gabungan laut dan darat untuk menjangkau sekitar 18 kelompok nasabah atau hampir 100 orang. Dari unit, ia melintasi Laut ke Pulau Bunyu (10 menit), menyeberangi perairan dengan perahu (15 menit), lalu melanjutkan perjalanan darat ke lokasi nasabah (40 menit). Medan berkelok dan berbukit serta cuaca buruk menjadi tantangan utama. Mayoritas nasabah mengusung rumput laut, dengan pembiayaan dipakai untuk tambahan tali budidaya. Di Nunukan, rumput laut dikirim ke Sulawesi untuk diolah dan sebagian diekspor. Pembiayaan PNM menarik karena tidak mensyaratkan jaminan dan angsuran dilakukan mingguan, cocok untuk pendapatan harian. Novi melihat dampak nyata: nasabah yang dulu hanya pekerja (misalnya 'Mak Betang') kini membuka usaha sendiri dan berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Pekerjaannya juga mendukung biaya sekolah adiknya di SMK jurusan Desain Komunikasi Visual. Novi bercita-cita membuka lapangan pekerjaan sendiri untuk membantu lebih banyak orang di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Kisah AO PNM Mekaar Dampingi Pengusaha Rumput Laut di Sebatik hingga Buka Peluang Kerja
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 11.39
Akses ke Titik Api Jadi Kendala Pemadaman di TPA Galuga Bogor
Detik.com · 8 September 2026 pukul 05.40
Libas China dan Vietnam, Rumput Laut RI Bebas Tarif AS
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.15
Rumput Laut dan Agar-agar RI Bebas Tarif Tambahan AS, KKP Buka Peluang Ekspor
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 11.36