Mengenal Akad Hawalah, Cara Syariah Mengalihkan Utang dan Hak Tagih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9362113/original/018622600_1790757925-imgi_11_akad-hawalah-adalah.jpeg)
Akad hawalah adalah konsep syariah mengenai pengalihan utang atau hak tagih dari satu pihak ke pihak lain. Praktik ini diatur dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 12/DSN-MUI/IV/2000 untuk memastikan transaksi di lembaga keuangan syariah berjalan sesuai prinsip Islam tanpa unsur bunga atau gharar.
Pelaksanaan hawalah memerlukan rukun berupa muhil (pengalih utang), muhal (penerima pelunasan), muhal alaih (pihak yang menerima pengalihan), objek utang, dan sighat (kesepakatan). Terdapat empat jenis hawalah: hawalah dayn (pindah kewajiban bayar), hawalah haq (pindah hak tagih), hawalah muqayyadah (penyelesaian utang lain), dan hawalah muthlaqah (pengalihan mandiri). Manfaat utamanya adalah mempercepat penerimaan piutang, mengurangi risiko sengketa, dan menjaga hubungan baik antarpihak.
Bagikan
Berita terkait
Indeks Inklusi Keuangan Syariah Indonesia Hanya 13,24 %, Butuh Inovasi
JawaPos · 30 September 2026 pukul 16.15
Penggunaan Syariah Card Bank Mega Syariah Tumbuh 95 Persen
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 03.45
BI nilai Indonesia perlu perkuat keuangan syariah agar tak tertinggal
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 20.54
KNEKS Paparkan Ekonomi Syariah di Harvard University
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 18.58