Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Indeks Inklusi Keuangan Syariah Indonesia Hanya 13,24 %, Butuh Inovasi

Indeks inklusi keuangan syariah Indonesia masih rendah, mencapai hanya 13,24 persen pada 2026, meskipun indeks literasinya mencapai 43,07 persen. Data SNLIK 2026 yang dirilis oleh OJK, LPS, dan BPS menunjukkan gap besar antara pemahaman masyarakat dan penggunaan produk keuangan syariah. Dibandingkan dengan sektor keuangan konvensional yang masing-marah mencapai literasi 69,57 persen dan inklusi 93,53 persen, keuangan syariah masih perlu ditingkatkan. Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin menekankan pentingnya inovasi dan edukasi untuk meningkatkan akses produk syariah, terutama asuransi. Hingga kuartal III 2026, lebih dari 240 ribu individu telah mendapatkan manfaat dari program literasi dan inklusi yang melibatkan organisasi Muslim, universitas, dan komunitas.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait