Proyek Energi 'Andalan' Prabowo Butuh Investasi Rp 1.306 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW) sebagai bagian dari strategi mencapai target net zero emission (NZE) Indonesia di tahun 2050-2060. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, proyek ini membutuhkan investasi sekitar US$70-73 miliar, yang setara dengan Rp1.306 triliun dengan asumsi kurs Rp17.895,94 per dolar AS. Proyek ini direncanakan untuk diselesaikan dalam tiga tahun ke depan dan menjadi bagian dari revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang menekankan 70% energi baru terbarukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 14.30
Bahlil Godok Revisi RUPTL PLN demi Jalankan Program PLTS 100 GWp
Berita terkait
PLN IP Pertebal Portofolio Energi Terbarukan Lewat Program PLTS 100 GWp, Apa saja Proyeknya?
JawaPos · 14 September 2026 pukul 22.30
Lewat Program PLTS 100 GWp, PLN IP Dukung Percepatan Energi Surya
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 21.03
PLN Indonesia Power Kembangkan Empat Proyek PLTS Raksasa
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 12.20
Titah Baru Prabowo: Selesaikan PLTS 100 GW Dalam 3 Tahun!
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 08.00