Menkeu Buka Opsi Terbitkan Surat Utang Global Jelang Akhir 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara membuka kemungkinan pemerintah menerbitkan surat utang global (global bond) pada kuartal IV 2026 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN. Dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg Television, Suahasil menyatakan bahwa keputusan penerbitan akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan pembiayaan pemerintah. Pemerintah masih memiliki ruang untuk masuk ke pasar global pada akhir tahun, namun tetap mengutamakan penurunian biaya pendanaan dan spread imbal hasil yang kompetitif dibanding negara lain.
Pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit APBN di bawah 3 persen dari PDB sebagai simbol disiplin fiskal. Suahasil menegaskan bahwa pengelolaan APBN akan dilakukan secara hati-hati agar kebutuhan pembiayaan terpenuhi tanpa mengganggu kredibilitas fiskal negara. Selain APBN, pemerintah juga dapat mengandalkan instrumen lain seperti Danantara untuk mendukung pembangunan dan investasi nasional.
Dengan dua instrumen keuangan tersebut, pemerintah berupaya menyeimbangkan kebutuhan pembiayaan jangka pendek dan investasi jangka panjang, sambil menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar global.
Bagikan
Berita terkait
Purbaya sebut Danantara akan setor Rp120 triliun ke APBN tahun ini
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 19.42
Suahasil Ungkap Dividen Danantara Tak Masuk APBN hingga 2027
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 11.26
Bos Danantara dan Menkeu Buka Suara Soal Nasib Dividen BUMN Rp120 T
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.27
Bos Danantara Ungkap Nasib Dividen BUMN Rp 120 Triliun
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 22.00