Menko Airlangga Sebut Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp 3.131 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp 3.131 triliun, menempatkan negara di peringkat empat besar global bersama Malaysia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain. Pernyataan ini disampaikan dalam Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/9). Airlangga menekankan bahwa pertumbuhan sektor keuangan syariah juga mendukung peningkatan inklusi keuangan di seluruh negeri.
Di samping itu, pemerintah menyoroti Provinsi Aceh sebagai contoh keberhasilan pengelolaan keuangan syariah yang komprehensif. Menurut data pemerintah, total aset Bank Umum Syariah (BUS) di Aceh mencapai Rp 65,05 triliun, dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 15,65 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Pembiayaan syariah di Aceh tumbuh 11 persen, sementara tingkat nonperforming finance (NPF) hanya 2,16 persen, juga di bawah rata-rata nasional. Tingkat inklusi keuangan syariah di Aceh mencapai 72 persen, dan indeks literasi keuangan mencapai 65,18 persen, menjadi tertinggi di Indonesia.
Airlangga juga menyampaikan bahwa potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf di Indonesia mencapai sekitar Rp 343 triliun per tahun. Menurutnya, jumlah besar ini menyediakan ruang yang signifikan untuk dioptimalkan agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
BSI Siap Jalankan Amanah Presiden Prabowo Jadi Bank Penyedia Rekening Masyarakat
kumparan · 8 September 2026 pukul 18.45
Airlangga Ungkap Inklusi Keuangan Syariah Indonesia Baru 13,14%
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 16.45
PAG Dorong Kawasan Arun Jadi Pusat Energi dan Global Integrated Energy Hub
kumparan · 8 September 2026 pukul 16.17
BRI dan BSI Disiapkan Jadi Bank Penyedia Rekening Warga
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 12.28