Menlu Wang Yi: RI Komitmen Beri Lingkungan Bisnis Adil-Kondusif bagi China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan komitmen Indonesia memberikan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan kondusif bagi perusahaan asal China. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan pertama China-Indonesia Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) di Jakarta pada 21 Agustus 2025, yang dihadiri Menterer Luar Negeri RI Sugiono. Kedua negara menilai positif kerja sama perdagangan dan investasi yang telah berjalan, serta sepakat memperkuat penyelarasan pembangunan dan mendorong pertumbuhan perdagangan yang lebih seimbang.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga sepakat memperluas kerja sama ekonomi ke sektor baru seperti kecerdasan buatan (AI), termasuk sistem peringatan dini meteorologi cerdas yang sedang diuji coba untuk Indonesia. Selain itu, China dan Indonesia akan memulai konsultasi rencana aksi lima tahun untuk periode 2027-2031 guna memperdalam kerja sama bilateral. Kerja sama energi dan sumber daya mineral juga menjadi fokus, dengan kesepakatan menggelar Forum Energi Tiongkok-Indonesia untuk meningkatkan komunikasi kebijakan dan mengoptimalkan keunggulan masing-masing negara.
Di luar sektor ekonomi, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama di bidang teknologi pertanian, kesehatan, budaya, pendidikan, dan keamanan pangan. China juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya Indonesia dalam menjaga keamanan Laut China Selatan, termasuk melalui implementasi Dokumen Kode Nolak (DOC) dan perundingan Kode Nolak Komprehensif (COC). Wang menekankan bahwa keberhasilan kerja sama keduanegara bisa menjadi contoh bagi negara-negara Global South.
Bagikan
Berita terkait
Menlu Wang Yi Tiba di Jakarta, Indonesia-RRT Perkuat Kemitraan Strategis
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 09.45
Negara Lain Siap Beri Bantuan Gempa NTT, Ini Kata Kemlu
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 19.09
Xi Jinping dan Putin Ucapkan Selamat HUT RI ke Prabowo, Kirim Pesan Ini
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.00
Indonesia Dorong Kerja Sama Mata Uang Lokal dan Teknologi AI di BRICS
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.30