Merger Paramount dan Warner Bros Makin Terbuka, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331992/original/041478400_1787616219-Ilustrasi_pengadilan-UnsplashTingeyinjurylawfirm.jpg)
Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery semakin dekat untuk melakukan merger senilai US$ 110 miliar setelah menyelesaikan gugatan hukum dengan 12 negara bagian AS. Sebagai syarat, Paramount wajib memproduksi minimal 30 film per tahun dengan batasan ketat terhadap penggunaan AI guna menjamin kualitas dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, produksi film di AS harus mencapai 20% pada dua tahun pertama dan meningkat menjadi 30% pada tiga tahun berikutnya.
Kesepakatan ini juga mencakup pembayaran US$ 17,5 juta kepada dana kesehatan Writers Guild of America (WGA) serta larangan PHK penulis CBS News Broadcast selama lima tahun. Jika gagal memenuhi kuota produksi, Paramount terancam harus menjual 49% saham di Miramax. Merger ini diprediksi akan meningkatkan aktivitas ekonomi produksi film dan TV di AS antara US$ 300 juta hingga US$ 1,5 miliar.
Bagikan
Berita terkait
Aktor Oppenheimer, David Krumholtz Pilih Vakum dari Akting
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 15.30
Tuntut Jaminan Rp34,5 triliun, Paramount Desak Negara Bagian AS Tanggung Biaya Penundaan Merger
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 06.41
Ditunjuk Trump Jadi Duta Hollywood, Sylvester Stallone: Ini Mustahil
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 21.49
Di Balik Gemerlap Industri Film, Ada Masalah Finansial yang Belum Tuntas
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 21.10