Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Minyak Dunia Bergejolak, RI Siapkan Jurus Baru Lewat 100 GW Energi Surya

Krisis energi global akibat konflik geopolitik dan gangguan di Selat Hormuz mendorong Indonesia mempercepat energi terbarukan. Berdasarkan studi Zero Carbon Analytics (ZCA), enam negara Asia Tenggara (termasuk Indonesia) telah mengeluarkan 37 kebijakan energi bersih dan elektrifikasi, lebih banyak daripada 29 kebijakan bahan bakar fosil. Indonesia menargetkan penambahan 100 GW kapasitas energi surya (PLTS) dalam revisi RUPTL 2025–2034, dengan 14 pembangkit di enam provinsi yang telah diluncurkan pada Agustus 2024 dengan kapasitas 5,3 GW. Pemerintah juga menyiapkan insentif pajak 100% untuk kendaraan listrik, menargetkan 500.000 unit sepeda motor dan mobil listrik. Namun, kebijakan energi fosil tetap diterapkan untuk menjaga ketahanan pasokan jangka pendek, termasuk subsidi energi Rp130 triliun dan kerja sama impor minyak dari Rusia. ZCA menekankan pentingnya penguatan infrastruktur jaringan listrik dan penyimpanan energi untuk mendukung transisi energi. Delly Ferdian menyatakan bahwa target 100 GW PLTS harus diikuti reformasi kebijakan yang mengurangi ketergantungan pada energi fosil untuk menghindari kontradiksi strategi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait