Minyak Dunia Bergejolak, RI Siapkan Jurus Baru Lewat 100 GW Energi Surya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Krisis energi global akibat konflik geopolitik dan gangguan di Selat Hormuz mendorong Indonesia mempercepat energi terbarukan. Berdasarkan studi Zero Carbon Analytics (ZCA), enam negara Asia Tenggara (termasuk Indonesia) telah mengeluarkan 37 kebijakan energi bersih dan elektrifikasi, lebih banyak daripada 29 kebijakan bahan bakar fosil. Indonesia menargetkan penambahan 100 GW kapasitas energi surya (PLTS) dalam revisi RUPTL 2025–2034, dengan 14 pembangkit di enam provinsi yang telah diluncurkan pada Agustus 2024 dengan kapasitas 5,3 GW. Pemerintah juga menyiapkan insentif pajak 100% untuk kendaraan listrik, menargetkan 500.000 unit sepeda motor dan mobil listrik. Namun, kebijakan energi fosil tetap diterapkan untuk menjaga ketahanan pasokan jangka pendek, termasuk subsidi energi Rp130 triliun dan kerja sama impor minyak dari Rusia. ZCA menekankan pentingnya penguatan infrastruktur jaringan listrik dan penyimpanan energi untuk mendukung transisi energi. Delly Ferdian menyatakan bahwa target 100 GW PLTS harus diikuti reformasi kebijakan yang mengurangi ketergantungan pada energi fosil untuk menghindari kontradiksi strategi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 24 September 2026 pukul 20.57
Waka MPR Tekankan Pentingnya Percepat Realisasi Program PLTS 100 GW RI
Berita terkait
Bahlil Mau Pangkas Regulasi Pengadaan PLTS 100 GW
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 21.15
Wamen ESDM: 10.068 Desa Belum Teraliri Listrik, Target Tuntas 2029
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.20
METI Dukung PLTS 100 GWp, Dorong Transformasi Energi Nasional
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.48
PLTS 100 GW Jadi Pasar Baru Industri Baterai Indonesia
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 16.00