Minyak Dunia Tembus US$100, BBM Subsidi Tak Naik: Pemerintah Rela Tambah Beban Subsidi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia mempertahankan harga BBM subsidi meski harga minyak dunia menembus US$100 per barel. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan keputusan ini bukan ringan, karena menambah beban subsidi. Namun, pemerintah memilih menjaga daya beli masyarakat kelompok menengah ke bawah. Keputusan diambil setelah koordinasi dengan Menteri Keuangan atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) Januari-September 2026 berada di US$85-90 per barel, menjadi salah satu pertimbangan. Pemerintah tidak langsung menaikkan harga BBM subsidi demi stabilitas ekonomi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 15.43
Tahan Harga BBM Subsidi Tidak Naik saat Minyak Dunia Mendidih, Bahlil: Ini Berat
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.10
Ekonom: Inflasi Bisa Terjaga jika Pemerintah tak Naikkan Harga BBM Subsidi
Berita terkait
42% Konsumsi BBM Subsidi Dinikmati Orang Mampu
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 18.55
Siap-Siap! Golongan Ini Kena Pembatasan Pembelian BBM Pertalite
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.25
Bahlil Lahadalia Sebut Presiden Prabowo Minta Harga BBM Subsidi Tidak Dinaikkan
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 09.00
Prabowo Minta Harga BBM Subsidi Tak Naik
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.11