MITI Ekspansi Tambang Silika, DEWA Buka Peluang Kontrak Baru, dan AALI Bagi Dividen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG turun 0,83% ke level 6.071,14 pada 30 September, dipicu pelemahan sektor teknologi dan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp1,56 triliun. GOTO mencatat penurunan terdalam sebesar 13,51%, sementara UNTR menjadi penopang dengan kenaikan 7,55%. Pasar juga mengantisipasi pemberlakuan short selling pada 1 Oktober untuk sejumlah saham seperti BBCA dan ASII.
Di sektor korporasi, MITI bekerja sama dengan CNEC Engineering Indonesia untuk mengembangkan tiga konsesi tambang pasir silika guna mendukung hilirisasi panel surya. DEWA mengoptimalkan kapasitas operasional untuk mencari kontrak baru meski ada pembatasan regulasi ESDM. Sementara itu, AALI membagikan dividen interim tertinggi sejak 2018 sebesar Rp233 per saham dengan total Rp449,02 miliar, menyusul lonjakan laba bersih semester I 2026 menjadi Rp1,10 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.07
Short Selling Dibuka, IHSG Naik 0,16%
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 16.29
IHSG Jatuh ke 6.071, 360 Saham Ditutup Merah
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 09.38
IHSG Dibuka Menguat 0,27 Persen, Naik ke Level 6.121,70
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 09.04
Awal Sesi I IHSG Naik 0,27%
Berita terkait
IHSG Kembali Ambruk, Ditutup Turun 0,43% ke Level 6.121
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 16.21
Video: Jurus Investasi Emas -Saham Saat IHSG dan Rupiah Anjlok Berjamaah
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.20
Akhir Sesi I, IHSG Turun 0,21%
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.14
Seharian di Zona Merah, IHSG Ditutup Melemah 1,2%
Detik.com · 24 September 2026 pukul 16.50