Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

MNK Rokan: Tonggak Baru Pionir Pengembangan MNK Indonesia Oleh Pertamina

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menandatangani Kontrak Bagi Hasil (KBH) Migas Non Konvensional (MNK) di Zona Rokan melalui anak usahanya PT PHE Rokan Nonkonvensional, menandai langkah pionir pengembangan MNK di Indonesia. Pengembangan ini dilatarbelakangi keberhasilan pengeboran Gulamo DET-1 pada 2023 dan Kelok DET-1 pada 2024 di struktur North Aman, yang diperkirakan memiliki recoverable resources mencapai 724 juta barel setara minyak (MMBOE). Struktur ini menjadi fondasi awal pengembangan MNK yang lebih luas di Wilayah Kerja Rokan, dengan peluang pengembangan pada struktur lain seperti South Aman, Rangau, dan Balam.

Keberhasilan ini didukung oleh Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 246.K/MG.04/MEM.M/2026 tentang percepatan pengusahaan MNK di Wilayah Kerja Rokan, yang memberikan kepastian regulasi dan fiskal serta skema cost recovery dengan split adaptif dan insentif investasi. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan bahwa pengembangan MNK Rokan penting untuk membuka sumber pertumbuhan produksi baru di tengah ketidakpastian lapangan konvensional yang semakin matang.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menekankan bahwa MNK Rokan bukan hanya fokus pada sumur, tetapi juga pada pembangunan ekosistem MNK yang mencakup kemampuan subsurface, drilling, stimulasi, teknologi, supply chain, dan SDM. Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menyatakan bahwa MNK Rokan sebagai "game changer" akan menjadi referensi bagi pengembangan sumber migas non-konvensional di wilayah lain, mendukung peningkatan produksi dan ketahanan energi nasional. Subholding Upstream Pertamina berkomitmen mengembangkan operasi hulu migas yang berkelanjutan sesuai prinsip ESG.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait