Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

J.M.L. Bohl, imigran asal Belanda, tiba di Batavia pada sekitar tahun 1864 saat berusia 16 tahun. Ia memulai karier sebagai pegawai biasa di perusahaan dagang Pitcairn Syaae & Co. Alih-alih menghabiskan penghasilan untuk gaya hidup, Bohl memilih menabung dan menginvestasikannya untuk membeli tanah.
Berkat keputusan tersebut, Bohl menjadi salah satu tuan tanah terbesar di Batavia. Berdasarkan data kolonial tahun 1896, ia menguasai lahan seluas sekitar 1.000 hektare di Senayan dan 400 hektare di Matraman, atau total sekitar 1.400 hektare. Lahan tersebut saat itu dimanfaatkan sebagai sawah dan perkebunan kelapa bernilai puluhan ribu gulden. Ia juga sempat terjun ke politik sebagai anggota dewan untuk wilayah Meester Cornelis.
Bohl meninggal dunia pada 18 Juni 1920 dalam usia 72 tahun. Aset tanahnya kemudian diambil alih pemerintah Hindia Belanda. Kini, lahan yang dahulu ia beli dari hasil menabung gaji telah berubah menjadi kawasan paling mahal di Jakarta, termasuk Senayan, SCBD, dan Matraman.
Bagikan
Berita terkait
Sosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 07.30
Vibes Stadion Taman Sari Mirip Brasil, Ternyata Sudah Ada Sejak Era 80-an
Detik.com · 19 September 2026 pukul 15.43
Konsolidasi Menjelang Pelantikan Pengurus, SPI Bakal Perkuat Peran Masyarakat Jaga Ketertiban
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 19.30
Puncak World Rabies Day 2026, PDHI Jabar V Vaksinasi Lebih 1.000 Hewan
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 19.14