Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Motor Listrik Tak Bisa Terus Hidup dari Subsidi, Industri Minta Kepastian Aturan

Industri sepeda motor listrik menyatakan bahwa pasar tidak dapat terus bergantung pada subsidi pemerintah untuk keberlanjutannya. Founder dan CEO Mimo Mobility, Triharsa Adicahya, menyoroti bahwa insentif pembelian sebesar Rp3 juta masih belum memiliki ketentuan teknis yang jelas, terutama terkait baterai dan model kendaraan yang dapat mengikuti program. Aturan yang belum final membuat pelaku industri dan pasar menunggu, sehingga berdampak negatif pada ekosistem industri.

Triharsa menekankan bahwa produsen tidak boleh membangun bisnis yang sepenuhnya bergantung pada subsidi. Ia berargumen bahwa konsumen Indonesia sudah terbiasa membeli sepeda motor di kisaran harga Rp20 juta hingga Rp25 juta, sehingga tidak membutuhkan insentif penuh. Yang lebih penting menurutnya adalah skema pembiayaan yang kompetitif agar konsumen dapat mengakses kendaraan listrik dengan cicilan seperti halnya sepeda motor konvensional.

Industri juga menilai transisi ke kendaraan listrik penting untuk mengurangi beban subsidi energi pemerintah. Namun, kebijakan tersebut perlu didukung oleh regulasi yang jelas dan konsisten agar investasi, produksi, dan pengembangan produk dapat berjalan tanpa terus menunggu perubahan aturan. Ekosistem pendukung seperti infrastruktur pengisian, pembiayaan, dan rantai pasok juga perlu berkembang secara bersamaan.

Berita terkait