Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

'Nangkap Habib dan Ustadz Cepet, Giliran Nangkap Preman Takut!' Sindir Habib Rizieq

Dewan Pembina Forum Persaudaraan Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengeluarkan pernyataan terkait aksi kekerasan yang terjadi selama demonstrasi 27 Agustus di Ibu Kota. Dalam pernyataannya, ia mengecam keras dugaan keterlibatan kelompok preman dalam menangani massa aksi, yang berujung dengan tewasnya beberapa warga sipil. Habib Rizieq menekankan bahwa menyampaikan aspirasi di ibu kota adalah hak konstitusional setiap warga negara, dan tidak boleh dikaitkan dengan penggunaan kekerasan oleh aparat kepolisian atau kelompok preman.

Habib Rizieq menyampaikan kekecewaannya terhadap laporan di lapangan yang menyebutkan adanya kelompok preman yang mengejar dan memukuli warga, termasuk tukang ojek, hingga masuk ke perkampungan. Ia secara khusus menyoroti kasus tewasnya Bambang Setiawan (60), seorang tukang cermin yang diseret dan dianiaya, serta kasus penyiksaan terhadap seorang siswi Madrah Aliyah. Ia juga menepis klaim kepolisian yang mengaitkan insiden kekerasan tersebut dengan kelompok anarko, dan menegaskan bahwa kekerasan tersebut dilakukan oleh kelompok preman, bukan oleh para demonstran.

Dalam pernyataannya, Habib Rizieq mendesak Presiden dan kementerian terkait untuk segera mengambil langkah tegas dengan membubarkan organisasi masyarakat (ormas) yang bertindak layaknya preman. Ia juga menantang aparat kepolisian untuk membuktikan ketegasannya dalam menegakkan hukum dengan memenjarakan para pimpinan ormas yang terbukti melakukan kekerasan terhadap warga. Pernyataannya diakhiri dengan sindiran kuat terhadap aparat yang, menurutnya, lebih cepat menangkap tokoh agama seperti Habib, Ustadz, maupun Kiai, tetapi enggan bertindak tegas terhadap kelompok preman.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait