Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nasib BBM Subsidi di Pidato Nota Keuangan Prabowo Besok

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato RAPBN 2027 dan Nota Keuangan kepada DPR pada Jumat (14/8/2026) di Kompleks Parlemen Senayan. Salah satu fokus utama adalah nasib subsidi BBM dan asumsi dasar sektor energi. Kementerian ESDM bersama DPR telah menyepakati usulan Asumsi Dasar Sektor ESDM untuk RAPBN 2027 guna mendukung ketahanan energi dan pembangunan pro-rakyat.

Asumsi makro rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) berada di rentang US$ 70-95 per barel. Target lifting minyak dan gas bumi adalah 1.556-1.610 ribu BOEPD, dengan rincian lifting minyak 605-620 ribu BOPD dan gas 951-990 ribu BOEPD. Volume BBM bersubsidi diasumsikan 19,343-19,561 juta kiloliter, terdiri dari solar 18,80-19,00 juta KL dan minyak tanah 0,543-0,561 juta KL. Volume LPG 3 kg ditetapkan 8 juta metrik ton. Subsidi tetap solar Rp 1.000 per liter dan subsidi listrik Rp 113,45-122,83 triliun.

Anggaran 2027 difokuskan pada infrastruktur seperti listrik desa, converter kit petani, dan Bantuan Pasang Baru Listrik. Menurut Bahlil, angka presisi akan ditetapkan Juli-Agustus menyesuaikan dinamika geopolitik. Masyarakat kini menunggu pidato presiden besok untuk kepastian akhir kebijakan energi tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait