Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pengamat Soroti Target Pertumbuhan 6 Persen dalam RAPBN 2027 Prabowo

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen dalam RAPBN 2027 dengan belanja negara Rp4.097,2 triliun dan pendapatan negara Rp3.426 triliun. Target ini dinilai ambisius mengingat pertumbuhan ekonomi saat ini berada di kisaran 5,29-5,45 persen. Beberapa pengamat, seperti Andry Satrio Nugroho dari INDEF dan Ronny P Sasmita dari ISEAI, menilai target 6 persen masih dapat dicapai namun membutuhkan akselerasi investasi swasta, industri manufaktur, ekspor, dan peningkatan daya beli masyarakat. Mereka menekankan pentingnya efisiensi belanja dan penguatan sektor swasta agar dampak pertumbuhan tidak terbuang hanya untuk impor.

Sementara itu, Nailul Huda dari CELIOS menilai target 6 persen terlalu optimis karena berbagai risiko eksternal seperti geopolitik, perang di Timur Tengah, dan ketidakpastian kebijakan moneter AS serta Jepang. Risiko internal seperti El Nino Godzilla, kenaikan harga pangan, pelemahan rupiah, dan ancaman PHK massal juga dapat menekan pertumbuhan. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 4,7 persen dengan inflasi 5,74 persen dan nilai tukar rupiah di kisaran Rp18.400 per dolar AS.

Pemerintah juga menargetkan defisit turun dari 2,85 persen pada 2026 menjadi 2,40 persen pada 2027. Beberapa kebijakan yang diusulkan antara lain efisiensi pengadaan pemerintah hingga Rp360 triliun, pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, serta dwi kewarganegaraan terbatas untuk talenta istimewa. Pengamat menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kualitas eksekusi dan penempatan anggaran yang produktif.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait