Nilai Tukar Yen Terpuruk, AS Dikabarkan Turun Tangan Borong Mata Uang Jepang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262855/original/080771900_1781850637-YEN_1655100673.jpg)
Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan melakukan intervensi di pasar valuta asing dengan membeli mata uang yen untuk menopang nilai tukar Jepang yang melemah. Ini merupakan intervensi langsung pertama Washington sejak 2011. Transaksi dilakukan melalui Federal Reserve Bank of New York, dengan bank Goldman Sachs dan Morgan Stanley sebagai perantara, meskipun nilai pembeliannya belum diungkapkan secara resmi. Sebuah foto catatan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menunjukkan rencana pembelian yen senilai US$ 5-10 miliar.
Kabar intervensi ini langsung memengaruhi pasar, dengan kurs dolar AS terhadap yen melemah tajam dari sekitar 158,9 menjadi 157,6 dalam waktu singkat. Sebelumnya, yen sempat melemah hingga mendekati 164 per dolar, level tertinggi sejak 1986. Di sisi lain, Jepang juga telah melakukan intervensi dengan menjual sekitar US$ 58,97 miliar untuk membeli yen. Pemerintah Jepang dan AS berpotensi mengumumkan kebijakan bersama untuk mengatasi pelemahan yen dan meredam spekulasi.
Analisis menunjukkan langkah ini penting, namun efektivitasnya bergantung pada kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga Federal Reserve, dan sentimen pasar. Jepang juga dapat memanfaatkan FIMA Repo Facility milik Federal Reserve untuk memperoleh likuiditas dolar AS tanpa menjual surat utang AS secara langsung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 15.40
AS Turun Tangan Selamatkan Yen Jepang, Ada Ancaman Besar Apa?
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.36
Trump Turun Tangan Bantu Jepang Kerek Yen Lawan Dolar AS
Berita terkait
Korsel dan Jepang Mulai Khawatir AS Tak Bisa Melindungi dari Ancaman China
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 14.28
Jepang dan AS Kompak Selamatkan Yen, Intervensi Bersama dalam 15 Tahun
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 22.00
Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga Acuan 1%
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 14.44
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33