Nota Keuangan dan RAPBN 2027: Ini Hal yang Ditunggu Pasar dari Pidato Prabowo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2032277/original/089302400_1522054805-Pelantikan-Wakil-Ketua-MPR-7.jpg)
Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato mengenai Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 pada rapat paripurna, 13 Agustus 2026. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan dan efisiensi program prioritas, bukan sekadar angka teknis. Asumsi pertumbuhan ekonomi 5,8%-6,5% dan defisit 1,8%-2,4% terhadap PDB menjadi perhatian utama.
Investor ingin melihat program konkret untuk mencapai target, seperti konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, hilirisasi, dan infrastruktur. Kredibilitas strategi akan mempengaruhi persepsi pasar saham. Sektor potensial antara lain konstruksi, infrastruktur, semen, transportasi, konsumer, perbankan, hilirisasi, dan energi.
Defisit direncanakan menunjukkan disiplin fiskal, tetapi pasar memperhatikan keseimbangan stimulus ekonomi dan keberlanjutan APBN. IHSG tertekan akibat sentimen MSCI, dan pidato diharapkan menjadi katalis penyeimbang jika kebijakan kredibel dan pro-pertumbuhan. Risiko respons negatif jika target tidak realistis atau defisit melebar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 22.17
Kencangkan Fiskal, Menkeu Purbaya Patok Penerimaan Pajak Tembus Rp 2.908 Triliun
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 21.07
Purbaya Klaim Penerimaan Pajak hingga Pertengahan Agustus Melonjak 30%
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 12.58
IHSG Menguat ke 6.337 Usai Pidato Prabowo
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.45
Prabowo Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 6% di Akhir 2026
Berita terkait
IHSG Sesi I Lompat 1,26% Dekati Level 6.500
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.47
APBN Makin Sehat, RI Nyaris Tak Gali Lubang Tutup Lubang Lagi di 2027
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.55
81 Tahun Merdeka, Mengapa Kelas Menengah Indonesia Justru Menyusut?
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 20.20
Pengamat sebut subsidi ke orang lebih tepat sasaran ketimbang BBM
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 10.25