Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Seabrek Persoalan Fiskal Indonesia yang Bersifat Struktural

Ekonom UGM Akhmad Akbar Susamto menilai pergantian Menteri Keuangan tidak otomatis menyelesaikan masalah fiskal Indonesia karena tantangannya bersifat struktural. Pemerintah perlu fokus pada konsistensi kebijakan untuk mengatasi tekanan APBN yang kompleks akibat melesetnya asumsi makro, terutama nilai tukar rupiah di atas Rp16.500 per dolar AS dan tingginya harga minyak dunia.

Kondisi ini memicu pembengkakan subsidi energi dan bunga utang valas. Dengan total utang mencapai Rp10.294 triliun dan beban bunga tahunan sekitar Rp599 triliun, ruang fiskal negara semakin menyempit meski defisit masih terjaga di bawah 3 persen. Selain itu, rasio pajak terhadap PDB yang stagnan di angka 12 persen akibat dominasi sektor informal menghambat optimalisasi penerimaan negara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait