Seabrek Persoalan Fiskal Indonesia yang Bersifat Struktural
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom UGM Akhmad Akbar Susamto menilai pergantian Menteri Keuangan tidak otomatis menyelesaikan masalah fiskal Indonesia karena tantangannya bersifat struktural. Pemerintah perlu fokus pada konsistensi kebijakan untuk mengatasi tekanan APBN yang kompleks akibat melesetnya asumsi makro, terutama nilai tukar rupiah di atas Rp16.500 per dolar AS dan tingginya harga minyak dunia.
Kondisi ini memicu pembengkakan subsidi energi dan bunga utang valas. Dengan total utang mencapai Rp10.294 triliun dan beban bunga tahunan sekitar Rp599 triliun, ruang fiskal negara semakin menyempit meski defisit masih terjaga di bawah 3 persen. Selain itu, rasio pajak terhadap PDB yang stagnan di angka 12 persen akibat dominasi sektor informal menghambat optimalisasi penerimaan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 23.18
Dirjen Pajak: Menkeu baru minta postur fiskal harus bisa dipercaya
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 21.17
Pakar UGM sebut Pergantian Menkeu Tak Otomatis Selesaikan Masalah Fiskal
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.12
Alarm dari DPR! Rasio Pajak RI Dekati 10%, Kinerja Penerimaan Disoroti
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 05.35
Suahasil Nazara Jabat Menkeu, Bakom Yakin APBN Tetap Stabil
Berita terkait
Purbaya soal Kualitas Belanja Negara Diragukan
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.19
APBN Makin Sehat, RI Nyaris Tak Gali Lubang Tutup Lubang Lagi di 2027
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.55
Kencangkan Fiskal, Menkeu Purbaya Patok Penerimaan Pajak Tembus Rp 2.908 Triliun
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 22.17
Santai Bilang Aman Utang RI Pecah Rekor, Purbaya Diserbu Warganet: Rakyat yang Dicekik Pajak!
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 11.30