OJK: Bank digital perlu bangun ekosistem jadi bisnis berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan bahwa bank digital perlu membangun keunggulan ekosistemnya menjadi model bisnis yang berkelanjutan, bukan hanya bergantung pada dukungan afiliasi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan hal ini dalam acara BIG Financial Insights di Jakarta. Transformasi digital perbankan menjadi agenda strategis OJK melalui Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 dan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan. OJK juga menerbitkan POJK Nomor 12 Tahun 2021 tentang Bank Umum untuk mengatur penyelenggaraan bank digital. Sejak pelaksanaan POJK tersebut, beberapa bank digital telah berdiri melalui empat skema: akuisisi bank kecil oleh bank umum KBMI, masuknya investor strategis, akuisisi oleh perusahaan teknologi atau fintech, dan rebranding mandiri. Dian menyampaikan tiga kunci pengembangan bank digital ke depan: sustainable, inklusif, dan trusted. Bank digital harus beradaptasi dengan perubahan interaksi sosial dan bisnis, menemukan produk baru untuk nasabah yang belum terlayani, dan meningkatkan resiliensi digital untuk menjaga kepercayaan publik di tengah ancaman siber dan perkembangan teknologi baru.
Bagikan
Berita terkait
OJK minta bank digital jaga kualitas pertumbuhan usai cetak profit
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 19.39
Transformasi Digital dan Wajah Baru Risiko Operasional
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.45
Memasuki Era Baru, Fintech Lending Days 2026 Perkuat Ekosistem Pindar
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 10.16
Simak Upaya Memajukan Ekosistem Pinjaman Daring RI
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 23.17